Masuk

Cara Memilih Nama Domain: 8 Aturan yang Terbukti

Diperbarui · 6 menit baca

Domain adalah bagian situs yang hampir tidak bisa diubah nanti. Luangkan sepuluh menit sekarang, dan domain itu akan bekerja untuk Anda bertahun-tahun.

1. Pendek dan mudah diucapkan

Nama pendek lebih mudah diingat, diketik, dan dibagikan. Targetkan 6–14 karakter. Ucapkan keras-keras: kalau harus dieja, cari lagi.

2. Hindari tanda hubung dan angka

Tanda hubung sering terlupa dan angka ambigu (“4” atau “empat”?). Keduanya membuat pengunjung nyasar. Jika versi tanpa tanda hubung sudah diambil, ganti namanya.

3. Utamakan merek, bukan nama generik

Nama seperti sepatu-murah-online.com tidak lagi memberi keuntungan SEO dan terlihat spam. Nama yang khas lebih mudah dilindungi dan dikembangkan.

4. Pilih ekstensi yang tepat

  • .com: standar global dan paling tepercaya.
  • Ekstensi negara (.id, .co.id, .com.tr): terbaik untuk pelanggan lokal.
  • .io / .ai / .dev / .app: pilihan modern untuk teknologi, SaaS, dan AI.
  • .store / .shop: menunjukkan Anda berjualan online.

5. Daftarkan variasi yang jelas

Jika membangun merek sungguhan, daftarkan juga .com dan ekstensi lokal, lalu arahkan ke satu situs. Ini melindungi dari peniru dan email yang hilang.

6. Cek merek dagang dan media sosial

Cari di basis data merek (DJKI di Indonesia) dan pastikan nama yang sama tersedia di media sosial yang akan Anda gunakan.

7. Pikirkan masa depan

Jangan mengunci diri pada satu kota atau produk jika ingin berkembang. kuejakarta.com membatasi; bakeo.com tidak.

8. Bergerak cepat dan aktifkan perpanjangan otomatis

Nama bagus didaftarkan setiap menit. Begitu menemukannya, daftarkan — dan aktifkan perpanjangan otomatis agar kartu kedaluwarsa tidak membuat Anda kehilangan merek.

Siap mengamankan nama Anda?

Panduan terkait